Mazda 6e Fastback, Saat Sedan Premium Mazda Masuk Era Listrik
Mengupas tuntas eksterior, powertrain, interior dan sistem infotainment sedan listrik ini.
JAKARTA, Carvaganza - Ada satu hal yang tidak berubah ketika Mazda memasuki era elektrifikasi: yaitu pengalaman berkendara tetap menjadi bagian penting dari sebuah mobil. Bahwa Jinba-Ittai masih tetap menjadi ‘pedoman hidup’ pabrikan yang berkantor pusat di Hiroshima ini.
KEY TAKEAWAYS
Apakah Mazda 6e Fastback menggunakan penggerak RWD?
Ya. Mazda 6e Fastback menggunakan sistem Rear Wheel Drive (RWD) yang menggerakkan roda belakang.Berapa jarak tempuh Mazda 6e Fastback?
Mazda mengklaim 6e Fastback mampu menempuh jarak hingga 560 km berdasarkan standar WLTP dalam kondisi baterai penuh.Apa keunggulan utama Mazda 6e Fastback?
Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi desain premium, penggerak RWD 258 PS, jarak tempuh 560 km, fast charging 24 menit, kabin berteknologi tinggi, serta fitur keselamatan i-Activsense yang lengkap.Hal itu yang diperlihatkan Mazda ketika membawa model 6e Fastback sebagai sedan listrik premium ke Indonesia. Mobil ini diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang baru saja diselenggarakan dari akhir Juli sampai awal Agustus kemarin.
Mazda 6e Fastback bukan sekadar sedan yang berganti ‘jubah’ dari mesin bensin ke motor listrik. Ia membawa formula yang lebih lengkap, mulai dari desain elegan khas Mazda, performa penggerak roda belakang, kabin premium, teknologi digital, hingga sistem keselamatan aktif i-Activsense.
Dengan harga Rp850 juta OTR Jakarta, Mazda 6e Fastback hadir untuk konsumen yang menginginkan mobil listrik premium, tetapi tetap mencari karakter berkendara yang berbeda.

Dari segi tampilan, Mazda 6e Fastback sudah menunjukkan karakternya
Desain eksteriornya sangat eye catching. Menganut layout bodi yang panjang dan ground clearance yang rendah, mobil listrik ini memberikan kesan sebuah grand tourer yang dirancang untuk melahap perjalanan jauh, bukan sekadar menjadi alat transportasi perkotaan.
Penulis membayangkan betapa asiknya memacu 6e Fastback di tol. Dimensi panjang 4.921 mm, lebar 1.890 dan tinggi 1.419 mm akan membuatnya enak ‘ditarik’ menari-nari di jalan bebas hambatan.
Proporsi tersebut membuatnya terlihat proporsional sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk kabin. Posisi bodi yang relatif rendah juga mendukung karakter berkendara yang lebih stabil, terutama ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi.
Namun, meskipun ukurannya tergolong bongsor, bukan berarti Mazda 6e sulit diajak bermanuver. Dengan radius putar sebesar 5,6 meter, mobil ini cukup praktis digunakan di jalan perkotaan maupun ketika harus masuk ke area parkir yang relatif sempit.
Baca juga: Mazda Resmikan Training Centre Pertama di Indonesia

Mazda memilih penggerak roda belakang
Yang menarik lagi dari Mazda 6e Fastback adalah sistem penggerak. Tidak seperti sebagian mobil listrik yang menggunakan penggerak roda depan, Mazda malah memilih konfigurasi Rear Wheel Drive (RWD) untuk 6e Fastback.
Didukung pula oleh motor listrik berkode MZ yang menghasilkan tenaga maksimum 190 kW atau sekitar 258 PS. Torsinya mencapai 290 Nm yang tersedia secara instan ketika pedal akselerator diinjak. Sebuah respon khas mobil listrik. Begitu pedal diinjak, tenaga langsung disalurkan ke roda belakang.
Bagi Mazda, pilihan RWD juga memiliki arti lebih dari sekadar angka performa. Konfigurasi tersebut mendukung filosofi berkendara yang selama ini menjadi bagian dari identitas Mazda.
Dengan kata lain, Mazda 6e Fastback tidak hanya dibuat untuk menjadi mobil listrik yang efisien. Ia juga dirancang agar tetap menyenangkan ketika dikendarai. Dengan kata lain, Mazda tetap menjaga konsep Jinba Ittai yang sudah menjadi ‘jiwa’ yang tertanam di setiap model pabrikan Hiroshima tersebut.
Filosofi ini bukanlah istilah asing di telinga, terutama di kalangan pecinta otomotif. Merupakan sebuah prinsip pengembangan mobil yang telah ada sejak tahun 1989, di mana model pertama yang mengadopsi gebrakan revolusioner ini adalah Mazda MX-5.
Baca juga: Mitsubishi Xforce HEV Terasa Lebih Stabil dan Kabinnya lebih Senyap

Baterai 77,94 kWh, sanggup menempuh jarak 560 Km
Sebagai sumber energi kendaraan, Mazda melengkapi 6e Fastback dengan baterai Lithium-ion berkapasitas 77,94 kWh yang diletakkan di bawah lantai kabin. Berkat kapasitas tersebut, Mazda 6e Fastback mampu menempuh jarak hingga 560 km berdasarkan standar WLTP dalam kondisi baterai penuh.
Angka ini membuat Mazda 6e cukup fleksibel untuk digunakan sebagai kendaraan harian maupun perjalanan antarkota. Bayangkan jika mobil dipacu untuk perjalanan keluar kota dengan kondisi baterai penuh. Dengan daya jelajah hingga 560 km, pengemudi tidak harus terlalu sering berhenti hanya untuk mencari charging station.
Namun tentu saja, jarak tempuh aktual tetap dipengaruhi berbagai faktor seperti kecepatan, kondisi jalan, temperatur, penggunaan pendingin udara, gaya berkendara, dan kondisi baterai.
Pengisian daya Mazda 6e Fastback
Mazda 6e Fastback sudah didukung oleh kemampuan fast charging DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 24 menit. Artinya, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya dapat dimanfaatkan pengemudi untuk beristirahat atau menikmati secangkir kopi sebelum melanjutkan perjalanan.
Untuk pengisian di rumah atau fasilitas AC, Mazda menyediakan dukungan AC charger 7,2 kW. Pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 11 jam 8 menit. Karena itu, pengisian AC lebih cocok dilakukan ketika mobil berhenti dalam waktu lama, misalnya pada malam hari.
Baca juga: Lihat Mazda6e Langsung di Singapore Motorshow 2026, Evolusi Sedan Mewah Menjadi EV

Interior elegan dan premium
Cerita Mazda 6e Fastback tidak berhenti pada performa. Begitu masuk ke dalam kabin, pendekatan Mazda terhadap kenyamanan langsung terasa.
Jok menggunakan kombinasi kulit dan suede dengan pola quilting. Kursi pengemudi mendapatkan pengaturan elektrik delapan arah, fungsi memori, serta pengaturan penyangga pinggang elektrik.
Penumpang depan juga mendapatkan kursi elektrik yang dapat diatur empat arah. Yang menarik untuk konsumen Indonesia adalah keberadaan ventilasi jok pada kedua kursi depan. Fitur ini sangat relevan ketika mobil digunakan di tengah cuaca panas.
Kenyamanan tersebut kemudian dilengkapi dengan panoramic roof dan lingkar kemudi berpemanas.

Layar sentuh 14,6 Inci
Di bagian tengah dashboard terdapat layar infotainment berukuran 14,6 inci.
Layar tersebut menjadi pusat berbagai fungsi hiburan dan informasi, termasuk navigasi bawaan serta konektivitas smartphone. Mazda kemudian menggandeng SONY untuk menghadirkan sistem audio premium dengan 14 speaker.
Bagi penikmat musik, sistem ini memberikan pengalaman berbeda. Kabin Mazda 6e Fastback tidak hanya menjadi ruang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi area personal selama perjalanan.
Pengemudi mendapatkan panel instrumen digital berukuran 10,2 inci. Informasi penting juga dapat ditampilkan melalui Head-Up Display (HUD) sehingga pengemudi tidak harus terus-menerus melihat panel instrumen.
Fitur lain seperti Qi Wireless Charging, power liftgate, electric rear spoiler, electric parking brake dan Auto Hold semakin melengkapi pengalaman penggunaan sehari-hari. (DK/EK)
Baca juga: Perubahan All-New Mazda CX-5: SUV Ikonik yang Makin Bongsor, Mewah, dan Matang
Pelajari lebih lanjut tentang Mazda 6E
Mobil Mazda Lainnya
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mazda Pilihan
- Latest
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature