Jetour Tawarkan Teknologi PHEV i-DM Canggih, Begini Cara Kerjanya
Intelligent Dual Mode merupakan sistem powertrain PHEV yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan mesin bensin dan motor listrik.
- KEY TAKEAWAYS
- Apa itu teknologi i-DM Jetour?
- Cara kerja PHEV i-DM
- Perbedaan i-DM pada Jetour T1 dan T2
- Hybrid Management System mengatur distribusi tenaga
- Jetour i-DM punya jangkauan hingga 1.200 Km
- Dilengkapi Regenerative Braking dan DC Fast Charging
- Bisa menjadi sumber listrik dengan Fitur V2L
- i-DM gabungkan efisiensi dan fleksibilitas
JAKARTA, Carvaganza – Kebutuhan terhadap kendaraan yang efisien sekaligus bertenaga terus berkembang. Salah satu teknologi yang ditawarkan Jetour untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Intelligent Dual Mode (i-DM), sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan sistem elektrifikasi.
KEY TAKEAWAYS
Apa itu teknologi i-DM Jetour?
i-DM atau Intelligent Dual Mode merupakan teknologi PHEV yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan transmisi khusus Dedicated Hybrid Transmission (DHT).Bagaimana cara kerja i-DM Jetour?
Sistem i-DM secara otomatis mengatur penggunaan mesin bensin, motor listrik, atau kombinasi keduanya sesuai kondisi berkendara untuk mendapatkan keseimbangan antara efisiensi dan performa.Berapa jarak tempuh Jetour T1 dan T2 i-DM?
Jetour mengklaim kedua model mampu mencapai jarak tempuh hingga 1.200 km dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.Berbeda dari hybrid konvensional, teknologi PHEV i-DM Jetour menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena dapat memanfaatkan tenaga listrik, mesin bensin, maupun kombinasi keduanya. Sistem ini memungkinkan kendaraan menyesuaikan penggunaan sumber tenaga berdasarkan kondisi berkendara.
Di Indonesia, teknologi i-DM diterapkan pada dua SUV Jetour, yakni Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM. Meski sama-sama menggunakan teknologi PHEV, karakter sistem pada kedua model tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter kendaraan.
Baca juga: Selisik Spesifikasi Jetour T2 i-DM yang Baru Saja Mengaspal di GIIAS 2026

Apa itu teknologi i-DM Jetour?
Intelligent Dual Mode atau i-DM merupakan sistem powertrain PHEV yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan mesin bensin dan motor listrik. Sistem ini bekerja dengan mengandalkan tiga komponen utama, yaitu 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Ketiga komponen tersebut bekerja secara terintegrasi untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai. Dalam kondisi tertentu, kendaraan dapat bergerak menggunakan motor listrik sepenuhnya. Ketika membutuhkan tenaga lebih besar atau baterai berada pada kondisi tertentu, mesin bensin dapat mengambil alih atau bekerja bersama motor listrik.
Dengan mekanisme tersebut, i-DM tidak hanya mengejar efisiensi bahan bakar, tetapi juga mempertahankan performa kendaraan dalam berbagai kondisi perjalanan.
Baca juga: JETOUR Unjuk Gigi di GIIAS 2026: Rilis T2 i-DM Rp688 Juta dan Tebar Promo Agresif Seri T1
Interior Jetour T2. Foto: OTO Group/Ono
Cara kerja PHEV i-DM
Secara sederhana, sistem i-DM dapat mengatur aliran tenaga berdasarkan kebutuhan pengemudi dan kondisi jalan. Saat kendaraan melaju dalam kondisi ringan, motor listrik dapat menjadi sumber tenaga utama untuk menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan efisien.
Ketika membutuhkan akselerasi lebih kuat, sistem dapat mengaktifkan mesin bensin atau menggabungkan tenaga mesin dan motor listrik. Pengaturan tersebut dilakukan melalui Hybrid Management System yang menjadi pusat pengendalian sistem hybrid.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan sistem dalam mengoptimalkan penggunaan energi. Dengan pengaturan otomatis tersebut, pengemudi tidak harus terus-menerus menentukan kapan mesin bensin atau motor listrik harus bekerja.
Baca juga: Ini Perbedaan Jetour T1 Versi PHEV dan Mesin Konvensional

Perbedaan i-DM pada Jetour T1 dan T2
Meskipun menggunakan teknologi i-DM yang sama, penerapannya pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM memiliki karakter berbeda.
Jetour T2 i-DM untuk performa dan petualangan. Jetour T2 i-DM dirancang dengan karakter yang lebih berorientasi pada performa dan aktivitas petualangan. Model ini menggunakan dua motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 3 Speed DHT. Kombinasi tersebut memungkinkan sistem menghasilkan respons tenaga yang lebih cepat sekaligus mendukung kemampuan kendaraan ketika menghadapi berbagai kondisi jalan.
Dengan karakter tersebut, Jetour T2 i-DM ditujukan bagi konsumen yang membutuhkan SUV dengan kemampuan lebih serbaguna, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan dengan medan yang lebih menantang.
Jetour T1 i-DM untuk kebutuhan harian. Sementara itu, Jetour T1 i-DM memiliki karakter yang lebih mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan. Model ini menggunakan satu motor listrik dan transmisi 1 Speed DHT.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan respons berkendara yang halus dan nyaman. Karakternya sesuai untuk penggunaan sehari-hari, termasuk menghadapi lalu lintas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Perbedaan konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa Jetour tidak menerapkan teknologi i-DM dengan pendekatan yang sama pada setiap model. Sistem disesuaikan dengan karakter kendaraan dan kebutuhan pengguna.
Baca juga: Kupas Lengkap DFSK E5 Plus Yang Dijual Hanya Rp479 Juta Selama GIIAS

Hybrid Management System mengatur distribusi tenaga
Salah satu bagian penting dari teknologi i-DM adalah Hybrid Management System. Sistem ini berfungsi menentukan strategi penggunaan tenaga berdasarkan kondisi berkendara.
Pada Jetour T1 i-DM, sistem memiliki lima skenario kerja hybrid, sedangkan Jetour T2 i-DM memiliki sembilan skenario kerja hybrid. Skenario tersebut mengatur bagaimana mesin bensin dan motor listrik bekerja untuk menghasilkan kombinasi efisiensi dan performa yang optimal.
Selain pengaturan otomatis, pengemudi juga mendapatkan pilihan untuk menyesuaikan karakter kendaraan melalui beberapa pengaturan, seperti Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode.
Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengemudi dalam menyesuaikan penggunaan tenaga dengan kebutuhan perjalanan.
Menurut Irwan Nugraha Kurnia, Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, penerapan i-DM pada T1 dan T2 memang dirancang dengan karakter berbeda. “Intelligent Dual Mode (i-DM) kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM, sehingga masing-masing mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen.”
Baca juga: Dengan harga Rp359 – 469 juta, Apa Yang Didapat Dari All New Kia Seltos Terbaru
Jetour T1 i-DM. Foto: Jetour Indonesia
Jetour i-DM punya jangkauan hingga 1.200 Km
Salah satu daya tarik utama teknologi PHEV i-DM adalah fleksibilitas jarak tempuh. Jetour mengklaim T1 i-DM dan T2 i-DM mampu menempuh jarak hingga 1.200 km dalam kondisi tangki bahan bakar dan baterai terisi penuh.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu keunggulan PHEV dibandingkan kendaraan listrik murni. Pengguna tetap mendapatkan keuntungan dari sistem elektrifikasi, tetapi masih memiliki mesin bensin sebagai sumber tenaga tambahan untuk perjalanan jarak jauh.
Konsep tersebut membuat PHEV i-DM menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan elektrifikasi tanpa harus terlalu bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya selama perjalanan.
Dilengkapi Regenerative Braking dan DC Fast Charging
Untuk mendukung efisiensi energi, sistem i-DM juga dilengkapi regenerative braking. Teknologi ini memanfaatkan energi yang dihasilkan saat kendaraan melakukan perlambatan untuk membantu mengisi kembali baterai.
Selain itu, Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM mendukung DC fast charging hingga 50 kW. Fitur ini memungkinkan pengisian baterai dilakukan lebih cepat dibandingkan menggunakan pengisian daya standar.
Kombinasi regenerative braking dan kemampuan pengisian cepat membuat penggunaan kendaraan PHEV menjadi lebih praktis, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Baca juga: Bedah Lengkap Changan Deepal S05 Versi BEV dan REEV
Mesin Jetour T1.
Bisa menjadi sumber listrik dengan Fitur V2L
Tidak hanya untuk menggerakkan kendaraan, baterai pada sistem i-DM juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi eksternal melalui fitur Vehicle-to-Load (V2L).
Jetour menyediakan kemampuan V2L hingga 3,3 kW. Dengan fitur ini, kendaraan dapat digunakan sebagai sumber listrik portabel untuk berbagai perangkat elektronik.
Fungsinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas luar ruang seperti camping dan kegiatan outdoor. Dengan demikian, fungsi baterai tidak berhenti sebagai sumber tenaga kendaraan, tetapi juga dapat mendukung berbagai kebutuhan pengguna di luar mobil.
i-DM gabungkan efisiensi dan fleksibilitas
Teknologi PHEV i-DM Jetour pada dasarnya menawarkan pendekatan berbeda terhadap kendaraan elektrifikasi. Sistem ini menggabungkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik dengan fleksibilitas mesin bensin.
Pada Jetour T1 i-DM, karakter sistem lebih diarahkan pada kenyamanan dan kebutuhan mobilitas sehari-hari. Sementara Jetour T2 i-DM menawarkan karakter yang lebih kuat untuk performa dan aktivitas petualangan.
Dengan kombinasi motor listrik, mesin bensin, transmisi DHT, sistem manajemen hybrid, regenerative braking, DC fast charging, hingga V2L, i-DM dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang tidak hanya efisien, tetapi juga fleksibel.
Bagi konsumen yang masih mempertimbangkan kendaraan listrik murni namun membutuhkan fleksibilitas mesin konvensional, Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM menawarkan alternatif melalui teknologi PHEV yang menggabungkan kedua sumber tenaga tersebut dalam satu kendaraan. (BANGKIT JAYA/EK)
Baca juga: Sabet Dua Award di Pameran, Simak Spesifikasi Tangguh Jetour T2
Baca juga: Punya VinFast MPV 7 Bisa Hemat Duit Puluhan Juta, Begini Cara Kalkulasinya
Pelajari lebih lanjut tentang Jetour T2
Mobil Jetour Lainnya
Jetour T2 Promos, DP & Monthly Installment
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Jetour Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review