Test Drive BAIC T1: Crossover EV yang Lincah, Nyaman Dan Suspensinya Mumpuni
Bukan sekadar mobil listrik perkotaan, BAIC T1 menawarkan kabin lapang, suspensi nyaman, fitur ADAS Level 2, dan performa yang cukup untuk perjalanan antarkota.
- KEY TAKEAWAYS
- Desain kompak dengan kabin lega
- Kabin modern dengan layar sentuh 15,6 inci
- Baris keduanya sangat lega
- BAIC T1 bergerak lincah di jalan perkotaan
- Baterai 42,3 kWh, mampu tempuh jarak hingga 425 Km
- Regenerative braking perlu adaptasi
- Suspensi jadi salah satu keunggulan BAIC T1
- Setir ringan, mempermudah manuver
- ADAS Level 2 dan fitur keselamatan lengkap
- Bisa menjadi powerbank untuk EV lain
- Kesimpulan
BANDUNG, Carvaganza - Kehadiran mobil listrik di Indonesia semakin ramai, termasuk di segmen crossover hatchback. Salah satu pendatang baru yang menarik perhatian adalah BAIC T1, yang diperkenalkan pada pameran otomotif paling akbar se-Asia Tenggara, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Model yang di negara asalnya dikenal sebagai Arcfox ini dipasarkan di Indonesia oleh PT JIO Distribusi Indonesia. Mengusung tema The Spacious Smart EV, BAIC T1 tidak hanya menawarkan dimensi kompak, tetapi juga mengedepankan kelegaan kabin, teknologi, serta kenyamanan berkendara.
KEY TAKEAWAYS
Apa keunggulan utama BAIC T1?
BAIC T1 menawarkan kombinasi dimensi kompak, kabin lega, suspensi nyaman, fitur ADAS Level 2, serta teknologi V2L dan V2V.Seberapa besar tenaga BAIC T1?
BAIC T1 menggunakan motor listrik 70 kW atau sekitar 94 HP dengan torsi maksimum 176 Nm dan penggerak roda depan (FWD).Berapa kapasitas baterai BAIC T1?
BAIC T1 dibekali baterai LFP berkapasitas 42,3 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 425 km berdasarkan standar CLTC.Bagaimana kenyamanan suspensi BAIC T1?
Suspensi menjadi salah satu keunggulan BAIC T1. Kombinasi MacPherson strut di depan dan torsion beam di belakang mampu meredam kontur jalan dengan baik serta menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi.Untuk membuktikan kemampuannya, BAIC T1 kami bawa menempuh rute Jakarta-Bandung-Jakarta. Pengujian mencakup penggunaan di dalam kota, jalan tol, hingga jalur dengan kontur jalan beragam.
Baca juga: Mengenal Spesifikasi dan Fitur BAIC T1, EV Pertama BAIC Indonesia

Desain kompak dengan kabin lega
BAIC T1 memiliki dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm. Dimensi tersebut membuatnya cukup ringkas untuk digunakan di perkotaan, terutama ketika harus bermanuver di jalan sempit atau area parkir terbatas.
Desain eksterior menggabungkan karakter crossover dengan pendekatan khas mobil listrik modern. Bagian depan tampil minimalis, sementara buritannya memiliki karakter yang cukup kuat. Penampilan semakin menarik dengan pelek aluminium alloy 18 inci yang dibalut ban 215/55 R18.
Salah satu keunggulan BAIC T1 terletak pada jarak sumbu roda atau wheelbase yang mencapai 2.770 mm. Dengan bodi yang relatif ringkas tetapi memiliki wheelbase panjang, overhang depan dan belakang menjadi lebih pendek. Konfigurasi ini turut memberikan keuntungan terhadap ruang kabin.
Untuk menghadapi kondisi jalan di Indonesia, BAIC T1 juga memiliki kemampuan melintasi genangan air hingga 30 cm dalam kondisi normal. Sementara pada kondisi genangan bergelombang, kemampuan bumpy wading diklaim mencapai 50 cm.
Baca juga: Sasar Kaum Urban, SUV Listrik BAIC T1 Resmi Diperkenalkan dengan Estimasi Harga Rp300 Jutaan
Interior BAIC T1. Foto: OTO Group/Odi
Kabin modern dengan layar sentuh 15,6 inci
Masuk ke dalam kabin, nuansa modern langsung terasa. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dipusatkan melalui layar LCD Central Control berukuran 15,6 inci. Pengemudi juga mendapatkan panel instrumen digital berukuran 8,8 inci.
Konsep ini memang membuat dashboard terlihat minimalis, tetapi membutuhkan adaptasi. Pengaturan seperti AC, mode berkendara, hingga spion sebagian besar harus dilakukan melalui layar sentuh.
Posisi mengemudi cukup ergonomis. Jok berbahan kulit sintetis untuk pengemudi dapat diatur secara elektrik dalam enam arah, sedangkan jok penumpang depan memiliki pengaturan empat arah. Keduanya juga dilengkapi fungsi memori dan ventilasi.
Visibilitas kabin semakin terasa luas berkat penggunaan Panoramic Sky Curtain dengan luas 2,34 m². Untuk menunjang kepraktisan, BAIC menyediakan 32 ruang penyimpanan yang tersebar di berbagai bagian interior.
Baca juga: IIMS 2026: BAIC Tawarkan 3 Varian BJ30 HEV, Pilihan Sesuai Kebutuhan

Baris keduanya sangat lega
Keunggulan wheelbase panjang paling terasa di bangku belakang. Ruang kaki penumpang sangat lega untuk ukuran crossover dengan dimensi bodi seperti BAIC T1.
Namun, ada kompromi pada posisi duduk. Lantai kabin belakang yang cukup tinggi akibat penempatan baterai membuat posisi paha penumpang dewasa sedikit menggantung. Ditambah sudut sandaran yang relatif tegak, kenyamanan jok belakang belum sempurna untuk perjalanan sangat jauh.
Sementara dari sisi NVH, kabin BAIC T1 cukup baik dalam meredam suara angin. Meski begitu, suara ban masih terdengar ketika mobil melaju di permukaan beton jalan tol.
BAIC T1 bergerak lincah di jalan perkotaan
BAIC T1 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menggerakkan roda depan atau FWD. Motor tersebut menghasilkan tenaga 70 kW atau sekitar 94 HP dengan torsi maksimum 176 Nm. Seperti karakter mobil listrik pada umumnya, torsi instan membuat BAIC T1 terasa responsif ketika digunakan di lalu lintas perkotaan.
Akselerasi 0-50 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 5,2 detik. Respons tersebut terasa membantu ketika harus berpindah lajur atau keluar dari persimpangan. Ketika dibawa ke Tol Purbaleunyi, performanya juga masih memadai. BAIC T1 dapat melakukan akselerasi untuk menyalip kendaraan yang lebih lambat tanpa terasa kesulitan.
Kecepatan maksimum dibatasi secara elektronik pada 150 km/jam. Angka tersebut sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan berkendara sehari-hari maupun perjalanan antarkota.
Baca juga: Sebelum Beli EV Changan Nevo Q05 Yang Cuma Rp300 Jutaan, Ini Yang Perlu Diketahui

Baterai 42,3 kWh, mampu tempuh jarak hingga 425 Km
BAIC T1 dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh. Konsumsi listrik yang diklaim mencapai 11,2 kWh/100 km. Untuk jarak tempuh, BAIC mencantumkan angka hingga 425 km berdasarkan standar CLTC. Sementara berdasarkan standar WLTC, jarak tempuhnya mencapai 310 km.
Dalam pengujian Jakarta-Bandung, kapasitas baterai menunjukkan bahwa perjalanan antarkota masih memungkinkan, tetapi membutuhkan perencanaan yang matang. Berangkat dari Alam Sutera, Tangerang, dengan baterai 96%, BAIC T1 tiba di kawasan Lembang dengan sisa daya sekitar 22%.
Hasil tersebut diperoleh dengan gaya berkendara normal dan tidak secara khusus mengejar efisiensi. Untuk pengisian daya, BAIC T1 menggunakan konektor CCS2. Pengisian cepat DC dari 30% hingga 80% membutuhkan waktu sekitar 25 menit pada kondisi ideal dengan temperatur 25 derajat Celsius.
Sementara pengisian AC di rumah membutuhkan waktu maksimal sekitar delapan jam dari kondisi kosong hingga penuh.
Baca juga: TEST DRIVE: BAIC BJ30e, SUV PHEV Gagah yang Galak Tapi Nyaman

Regenerative braking perlu adaptasi
Salah satu catatan selama pengujian adalah karakter pengereman regeneratif. Pada mode Comfort, efek deselerasi ketika pedal akselerator dilepas terasa cukup kuat.
Karakter tersebut berpotensi membuat penumpang kurang nyaman, terutama bagi pengguna yang belum terbiasa dengan sistem regenerative braking pada mobil listrik. Solusinya, pengemudi dapat menggunakan Mode Individual dan menyesuaikan respons pedal akselerator serta tingkat regenerasi sesuai kebutuhan. Pengaturan yang lebih rendah membuat deselerasi terasa lebih natural.
Suspensi jadi salah satu keunggulan BAIC T1
Jika ada satu aspek yang paling menonjol dari rasa berkendara BAIC T1, jawabannya adalah suspensi.
BAIC T1 menggunakan suspensi depan MacPherson strut dan torsion beam di belakang. Menariknya, karakter suspensinya terasa cukup matang untuk sebuah crossover listrik kompak.
Saat melewati Tol Layang MBZ yang memiliki banyak sambungan dan kontur jalan bergelombang, suspensi mampu meredam guncangan dengan baik. Mobil tidak terasa memantul berlebihan dan tetap stabil ketika melaju pada kecepatan tinggi.
Kenyamanan tersebut juga terasa hingga ke penumpang belakang. Bodi tetap terkontrol dan tidak mudah limbung ketika melewati permukaan jalan yang kurang ideal.
Baca juga: GIIAS 2026: Hyundai Hadirkan Prototipe EV 7-Seater Buatan Indonesia

Setir ringan, mempermudah manuver
BAIC T1 menggunakan sistem Electric Power Steering (EPS) dengan karakter setir yang sangat ringan. Bahkan ketika mode Sport digunakan, umpan balik dari permukaan jalan ke tangan pengemudi masih minim.
Karakter tersebut memang mengurangi sensasi berkendara bagi pengemudi yang menginginkan setir komunikatif. Namun, untuk penggunaan perkotaan, setir ringan justru memudahkan manuver.
Respons arah kendaraan juga tetap presisi. Artinya, meski bobot setir ringan, BAIC T1 tidak kehilangan kelincahan ketika diajak berpindah arah atau bermanuver di ruang sempit.
ADAS Level 2 dan fitur keselamatan lengkap
Sebagai mobil yang mengusung konsep Smart EV, BAIC T1 dilengkapi 12 fitur keselamatan aktif dalam paket Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2.
Untuk perjalanan jauh, fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC) dan Integrated Cruise Control (ICA) membantu menjaga kecepatan serta jarak dengan kendaraan di depan.
Sementara fitur Automatic Emergency Braking (AEB) dan Lane Departure Warning (LDW) memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi potensi tabrakan atau kendaraan keluar jalur.
Saat parkir, BAIC T1 juga dilengkapi kamera 360 derajat atau 360 Around View Monitor (AVM) yang dipadukan dengan radar depan dan belakang. Fitur Automatic Parking Assist (APA) turut tersedia untuk membantu melakukan parkir paralel maupun seri secara otomatis.
Baca juga: Bedah Kelengkapan Hyundai New Staria Electric dan Hybrid yang Dikenalkan di GIIAS 2026

Bisa menjadi powerbank untuk EV lain
Salah satu fitur yang cukup menarik adalah dukungan Vehicle-to-Load (V2L) dan Vehicle-to-Vehicle (V2V).
Keduanya memungkinkan BAIC T1 mengalirkan energi listrik dengan daya hingga 3.500 Watt. V2L dapat digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik, sedangkan V2V memungkinkan BAIC T1 menyuplai daya ke mobil listrik lain dalam kondisi darurat.
Fitur tersebut memberikan nilai tambah karena fungsi baterai BAIC T1 tidak hanya digunakan untuk menggerakkan kendaraan.
Kesimpulan
Pengujian Jakarta-Bandung-Jakarta menunjukkan BAIC T1 bukan sekadar mobil listrik untuk penggunaan dalam kota. Crossover EV ini mampu menawarkan kombinasi performa, kenyamanan, teknologi, dan kepraktisan yang cukup seimbang.
Motor listrik 70 kW dengan torsi 176 Nm memberikan respons yang gesit di perkotaan sekaligus cukup bertenaga untuk perjalanan tol. Namun, keunggulan paling terasa justru datang dari suspensi yang mampu menjaga kenyamanan sekaligus stabilitas kendaraan.
Baca juga: Land Cruiser 300 Hybrid EV, Babak Baru Perjalanan SUV Ikonik 75 Tahun

Kabin juga menjadi nilai jual utama berkat wheelbase 2.770 mm yang menghasilkan ruang kaki belakang sangat lega. Sementara ADAS Level 2, kamera 360 derajat, serta fitur V2L dan V2V memperkuat aspek teknologi.
Dari sisi purnajual, BAIC memberikan garansi baterai EV selama 8 tahun/160.000 km dan garansi kendaraan selama 6 tahun/160.000 km. Konsumen juga mendapatkan gratis biaya perawatan selama 4 tahun/80.000 km.
Dengan kombinasi tersebut, BAIC T1 layak dipertimbangkan bagi konsumen yang mencari crossover EV kompak dengan kabin lega, suspensi nyaman, fitur lengkap, dan kemampuan yang tidak terbatas untuk penggunaan di dalam kota. (ANINDIYO/EK)
Baca juga: BAIC Bakal Datangkan Mobil EV Baru, Ramaikan Pasar Nasional
Baca juga: Persamaan dan Perbedaan Land Cruiser 300 HEV Tipe VX-R Dengan GR Sport
Pelajari lebih lanjut tentang BAIC T1
Mobil BAIC Lainnya
Don't Miss
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil BAIC Pilihan
- Latest
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza