Produsen Vacuum Cleaner Asal Cina Ini Garap Hypercar EV Lawan Bugatti, Andalkan Teknologi AI

Perusahaan yang berawal dari produsen peralatan elektronik rumah tangga.

Dreame Technology Hypercar

SUZHOU, Carvaganza - Bugatti dikenal sebagai brand yang menyajikan hypercar dengan performa luar biasa. Namun, mobil yang diciptakan masih mengandalkan jantung pacu konvensional. Celah ini pun mendorong perusahaan asal Cina, Dreame Technology untuk turun bersaing membuat hypercar ultra mewah bertenaga listrik.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa itu Dreame Technology?

    Dreame Technology adalah perusahaan asal Cina yang berdiri pada 2017 dan dikenal sebagai produsen perangkat rumah tangga pintar seperti vacuum cleaner, robot pembersih lantai, hingga pengering rambut berkecepatan tinggi.
  • Apa yang menjadi keunggulan hypercar listrik Dreame dibanding Bugatti?

    Hypercar Dreame akan dilengkapi AI companion yang bisa mempelajari kebiasaan, preferensi, hingga emosi pengemudi, serta integrasi penuh dengan ekosistem smart home.
  • Menariknya, Dreame Technology sendiri merupakan perusahaan yang sejatinya bergerak di luar otomotif. Tepatnya Adalah produsen perangkat rumah tangga pintar. Mereka pun dengan penuh percaya diri siap menantang langsung Bugatti. Di mana hypercar listrik perdananya dijadwalkan meluncur pada 2027.

    Dreame berdiri pada Desember 2017 dengan kantor pusat di Suzhou, Jiangsu, kota yang berdekatan dengan Shanghai. Sejak awal berdiri, perusahaan ini mengembangkan portofolio produk yang beragam, mulai dari vacuum cleaner wireless, robot pembersih lantai, pengering rambut berkecepatan tinggi, hingga mesin pemotong rumput robotik. Hingga kini, produknya telah menembus lebih dari 120 negara dan wilayah di seluruh dunia.

    Vacuum Cleaner Dreame Technology Vacuum Cleaner Dreame Technology
    Foto: Dreame

     

    Meski terkenal sebagai pemain perangkat rumah tangga pintar, Dreame ternyata sudah menyiapkan diri untuk masuk ke dunia otomotif sejak 2024. Kabarnya pada Oktober tahun lalu, Dreame telah merekrut sekitar 200 orang untuk tim otomotifnya. Sebelum akhirnya merilis hypercar listrik ultra mewah, mereka akan merilis mobil pertama yang menggunakan sistem extended-range powertrain. Produknya sendiri sudah masuk tahap demo dan direncanakan akan diekspor ke Eropa.

    Baca Juga: Setelah 18 Tahun, Unit Terakhir Nissan GT-R R35 Tandai Akhir Produksi

    Langkah Dreame terlihat cukup berani, mengingat saat ini industri otomotif Cina tengah memasuki era konsolidasi. Empat hingga lima tahun lalu, fenomena perusahaan non-otomotif masuk ke industri mobil listrik sempat marak. Namun kini, dengan regulasi perizinan yang lebih ketat dan persaingan semakin tajam, hanya sedikit pemain baru yang muncul.

    Dreame tidak datang tanpa bekal. Perusahaan ini membangun reputasinya melalui inovasi motor digital berkecepatan tinggi. Pada 2025, mereka mencatat pencapaian besar setelah mendapat sertifikasi dari Sullivan atas motor digital 200.000 rpm, yang diklaim sebagai pertama di dunia. Teknologi itu sebelumnya digunakan dalam vacuum cleaner flagship Z50 Station, dan kini akan diadaptasi untuk menciptakan mobil tercepat di dunia.

    Hair Dryer Dreame Technology Hair Dryer Dreame Technology
    Foto: Dreame

     

    Dalam pernyataan resminya, Dreame menegaskan bahwa segmen mobil ultra-luxury masih belum memiliki brand hypercar listrik pintar yang benar-benar revolusioner. Menurut mereka, Bugatti dan Bentley sebagai ikon otomotif dunia dinilai lamban dalam mengadopsi elektrifikasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Ambisi tersebut bukan sekadar retorika. Kabar terbaru, Dreame telah mengumpulkan hampir 1.000 tenaga ahli yang berasal dari india perangkat keras pintar dan industri otomotif tradisional. Tim besar ini akan terus diperluas seiring investasi jangka panjang Dreame.

    Salah satu keunggulan utama hypercar Dreame adalah penerapan sistem kecerdasan buatan. Mobil ini dilengkapi AI companion yang mampu mempelajari kebiasaan, preferensi, bahkan kondisi emosional pengemudi. Sistem interaksi suara juga dibuat seamless seolah berbicara dengan manusia.

    Lebih jauh lagi, Dreame merencanakan integrasi penuh antara kendaraan dengan ekosistem smart home. Ini tentunya merupakan ekstensi dari fokus bisnis utamanya. Langkah Dreame tentunya patut diapresiasi. Namun jika gagal, ia hanya akan menambah daftar panjang pemain baru yang kandas di tengah kerasnya kompetisi mobil listrik Cina.
    (MUHAMMAD HAFID / WH)

    Baca Juga:

    Deretan Ferrari Ikonik Bermesin V12 dari Masa ke Masa, Dari 125 S hingga 12Cilindri

    Huawei Pionir Fasilitas Megawatt Supercharging di Dunia, Bisa Cas Truk Listrik Dalam 5 Menit

    Mazda Hadir di GIIAS Surbaya 2025, Andalkan CX-3 Kuro dan CX-60 Sport

    Featured Articles

    Read All

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Advisory Stories
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature