Bugatti Brouillard Tambah Satu Lagi Produksi Mesin W16, Mahakarya Programme Solitaire
Namanya diambil dari nama kuda peliharaan Ettore Bugatti.
MOLSHEIM, Carvaganza - Tren elektrifikasi telah dijajaki Bugatti melalui hybrid Tourbillon. Namun, pabrikan yang terkenal dengan hypercar ini belum sepenuhnya mengakhiri era mesin W16 legendarisnya. Terlihat dari kehadiran satu-satunya unit Bugatti Brouillard. Kreasi tersebut sekaligus menandai awal dari program coachbuild terbaru, Programme Solitaire.
KEY TAKEAWAYS
Apa itu Bugatti Brouillard?
Bugatti Brouillard adalah hypercar one-off yang menjadi model pertama dari Programme Solitaire, program coachbuilt terbaru Bugatti yang menawarkan personalisasi ekstrem.Siapa pemilik Bugatti Brouillard?
Mobil ini dimiliki oleh Michel Perridon, pengusaha asal Belanda yang dikenal memiliki koleksi Bugatti terbesar di dunia.Nama tersebut diambil dari kuda kesayangan Ettore Bugatti. Di mana hewan peliharaannya mampu membuka pintu kandangnya sendiri berkat mekanisme khusus buatan Ettore. Ia pun dianggap mewakili kecepatan, keindahan dan keluwesan.
Adapun pemilik mobil ini adalah pengusaha Belanda, Michel Perridon. Ia dikenal memiliki koleksi pribadi Bugatti terbesar di dunia, lengkap dengan furnitur rancangan Carlo Bugatti serta patung karya Rembrandt Bugatti. Brouillard akan melakukan debut publiknya di Monterey Car Week di California, sebelum diikuti kreasi one-off Bugatti lainnya di masa depan.
Foto: Bugatti
Secara tampilan, Brouillard mungkin sekilas mengingatkan pada versi coupe dari W16 Mistral. Namun hampir seluruh panel bodinya dibuat khusus. Bagian depan menonjolkan pahatan bumper dengan grille tapal kuda khasnya. Kemudian lampu depan LED terpasang di fender bersama lubang udara tambahan untuk pendinginan.
Baca Juga: Sedan Listrik Xpeng P7 Dapat Pembaruan, Desain Jadi Lebih Sporty
Dari samping, terlihat bukaan berbentuk C di belakang pilar kaca yang menjadi ciri khas bawaan Bugatti Chiron sebagai basisnya. Aksen serat karbon besar menghiasi profilnya, berpadu dengan warna hijau cerah mencolok. Fender belakang melebar dramatis, mengalir hingga ke dek kustom belakang yang dihiasi air scoop.
Bagian belakangnya menampilkan sayap ducktail terintegrasi dengan garis bodi. Lampu belakang LED berbentuk X tampak mirip milik W16 Mistral, sementara empat pipa knalpot pada diffuser belakang mengingatkan pada Chiron Super Sport. Secara keseluruhan, tampilan mobil ini tak terlalu gambot layaknya mobil-mobil Bugatti, bahkan sangat streamline dengan siluet yang ramping dan sporty.
Foto: Bugatti
Masuk ke interior, pabrikan mempertahankan tata letak dasar Chiron, namun hampir setiap detail dimodifikasi khusus. Nuansa hijau mendominasi kabin, dilengkapi kain tartan buatan Paris, serat karbon berlapis hijau yang dipadukan kulit dan aluminium. Salah satu elemen paling menonjol adalah patung kuda Brouillard. Ia diletakkan di dalam kaca di tuas transmisi aluminium. Motif kuda juga disulam pada panel pintu dan sandaran kursi.
Urusan spesifikasi, Brouillard menggunakan sasis serat karbon dan aluminium milik keluarga Chiron. Platform ini juga digunakan oleh Divo, La Voiture Noire, Centodieci, W16 Mistral dan Bolide versi trek. Enjin E16 yang dipakai menghasilkan tenaga sangat masif mencapai 1.578 hp.
Foto: Bugatti
Programme Solitaire
Hadirnya Programme Solitaire, tempat lahirnya Brouillard merupakan layanan personalisasi yang lebih tinggi dibanding program Bugatti Sur Mesure. Tak hanya menyajikan kendaraan dengan tampilan maupun spesifikasi lebih mumpuni, program ini memfokuskan pada penciptaan mobil satu-satunya.
Bugatti memastikan hanya akan membuat maksimal dua karya setiap tahun melalui Programme Solitaire. Pendekatan ini menjamin setiap mobil mendapatkan perhatian penuh dan pengerjaan yang sangat teliti.
Hendrik Malinowski, Managing Director Bugatti, menjelaskan bahwa Programme Solitaire memberi kebebasan lebih dalam mendesain. “Pada model one-of-one, kami memiliki lebih banyak ruang untuk mengekspresikan interpretasi berbeda, dengan dedikasi sempurna pada setiap detail,” ujarnya.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga:
Sebelum Tergoda 'Hijrah' Beli EV, Pertimbangkan Hal Penting Ini
Dealer Kedua Jaecoo di Jakarta Resmi Buka di Pluit
Xpeng X9 Meluncur Versi EREV, Jarak Tempuh Bisa Sampai 740 KM
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature