Jasa Marga Kuasai 42% Jalan Tol Nasional, Raup Pendapatan Rp19,8 Triliun di 2025
Hingga akhir 2025, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 km, yang mencakup sekitar 42% dari seluruh jaringan jalan tol di Indonesia.
JAKARTA, Carvaganza - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menuntaskan tahun buku 2025 dengan catatan finansial yang gemilang. Sebagai raksasa infrastruktur pelat merah, emiten berkode JSMR ini membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,8% secara tahunan (yoy), dengan total mencapai Rp19,8 triliun. Angka ini didominasi oleh pemasukan dari sektor jalan tol sebesar Rp18,2 triliun dan bisnis lainnya senilai Rp1,6 triliun.
KEY TAKEAWAYS
Apa faktor utama yang membuat laba Jasa Marga tetap stabil di 2025?
Faktor utamanya adalah peningkatan pendapatan tol, efisiensi operasional, serta penurunan beban keuangan konsolidasi berkat aksi korporasi equity financing pada anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT).Ruas tol mana saja yang akan dibuka fungsional saat Mudik Lebaran 2026?
Jasa Marga menyiapkan empat ruas tol untuk beroperasi fungsional (tanpa tarif), di antaranya adalah Tol Solo-Yogyakarta-YIA, Tol Japek II Selatan, Tol Yogyakarta-Bawen, dan Tol Akses Patimban.Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Ebitda perusahaan melonjak menjadi Rp13,3 triliun dengan margin yang sangat solid di angka 67,0%. Berkat efisiensi dan performa operasional yang terjaga, laba inti (core profit) perusahaan tercatat stabil di angka Rp3,7 triliun.
Foto: Jasa Marga
Dominasi Pasar dan Lonjakan Volume Kendaraan
Hingga akhir 2025, Jasa Marga mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan mengoperasikan 1.294 km jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 km. Portofolio ini setara dengan 42% dari seluruh jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, volume transaksi tercatat naik 0,35% (yoy) atau menyentuh angka 1,3 miliar kendaraan, dengan rata-rata lalu lintas harian (LHR) mencapai 3,58 juta unit.
Baca Juga: Mudik Pakai Mobil Hybrid, Simak Tips Persiapan Berikut dari Bridgestone
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa stabilitas keuntungan ini didorong oleh pertumbuhan usaha dan keberhasilan menekan beban keuangan konsolidasi hingga 10,5%.
“Core profit dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan ebitda. Serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif. Yakni dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024,” ujar Rivan dalam keterangan resminya.
Strategi menggandeng mitra strategis melalui equity financing pada PT JTT terbukti ampuh memperkuat struktur modal, di mana Jasa Marga tetap memegang kendali dengan kepemilikan saham 65%.
Foto: Jasa Marga
“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta ebitda. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis kami tetap stabil dan resilien,” tambah Rivan.
Ekspansi Tol Baru dan Persiapan Mudik Lebaran 2026
Memasuki tahun 2026, Jasa Marga terus menggeber proyek strategis seperti Tol Probolinggo-Banyuwangi, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Japek II Selatan, hingga Akses Patimban. Menariknya, empat dari lima ruas tersebut disiapkan untuk beroperasi secara fungsional (gratis) guna mendukung kelancaran arus Mudik Lebaran 2026.
Selain konstruksi, peningkatan kualitas layanan digital melalui aplikasi Travoy dan optimalisasi fasilitas rest area menjadi fokus utama untuk menyambut lonjakan mobilitas masyarakat di libur panjang mendatang.
(ANJAR LEKSANA / WH)
Baca Juga: Mercedes-Benz Trucks Rayakan 130 Tahun Inovasi: Dari Truk Pertama Dunia hingga Era Listrik
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature