Hyundai Concept Three Debut di Munich Motor Show: Calon Ioniq 3 dan Suksesor Veloster
Punya siluet hatchback sporty yang mengingatkan pada Hyundai Veloster.
MUNICH, Carvaganza - Hyundai menghadirkan inovasi di gelaran Munich Motor Show 2025 yang berlangsung sejak 9 hingga 14 September. Pabrikan asal Korea Selatan itu menghadirkan Concept Three. Model konsep kompak bertenaga listrik yang digadang akan segera diproduksi pada 2026.
KEY TAKEAWAYS
Apa itu Hyundai Concept Three?
Hyundai Concept Three adalah mobil konsep compact EV yang diperkenalkan di Munich Motor Show 2025, dan diprediksi akan diproduksi massal pada 2026 dengan nama Hyundai Ioniq 3.Apakah ada perbedaan antara Concept Three dan versi produksinya?
Ya, versi produksi tidak akan memakai pintu gullwing belakang dan tampilan agresif penuh. Namun elemen seperti diffuser belakang, spoiler transparan, atau fender lebar kemungkinan hadir pada varian performa Hyundai N.Menariknya, ia juga dikabarkan bakal memiliki wujud hampir menyerupai versi konsep. Di mana mobil tersebut akan memperkuat lini Ioniq sebagai sub-merek kendaraan listrik unggulan Hyundai. Sebagai compact EV pertama di bawah naungan Ioniq, Concept Three menjadi pembuka bagi ekspansi Hyundai ke segmen yang memang belum tersentuh.
Ukurannya yang lebih kecil dari Ioniq 5 tentunya bakal menjadi daya tarik tersendiri. Ia pun melengkapi cakupan segmen Hyundai untuk lini Ioniq dari bentuk kecil hingga besar. Nantinya, versi produksi kemungkinan besar akan menyandang nama Ioniq 3 dan dipasarkan di Eropa mulai tahun depan.
Foto: Hyundai
Dengan panjang 4.288 mm, ia membawa visual eksterior yang benar-benar futuristik. Bahkan ia seolah layaknya mobil luar angkasa untuk misi ekspedisi di Bulan atau Mars. Siluet membulat banyak menghiasi tubuh khas coupe dengan atap menurun hingga ke belakang. Hidung rendahnya mengingatkan pada model-model Ioniq, sekaligus memberikan nuansa seperti mobil sport.
Baca Juga: Tahun Depan Toyota Veloz Hybrid Meluncur, Bisa Segini Iritnya
Gaya yang memaksimalkan aerodinamika ini dinamakan Aero Hatch. Ia sekaligus mewujudkan rupa yang menguatkan karakter urban. Bahasa desain Art of Steel juga diterapkan, di mana Hyundai mentransformasi kekuatan dan fleksibilitas baja menjadi keindahan.
Sentuhan desain tidak berhenti pada bentuk eksterior. Concept Three menampilkan finishing anodized-effect yang mempertegas filosofi Art of Steel, di mana material menjadi inspirasi utama. Kaca dan velg berwarna kuning lemon, memberikan karakter cerah.
Foto: Hyundai
Interior Concept Three berani meninggalkan pola desain Hyundai sebelumnya. Tidak ada layar sentuh besar di dasbor. Sebagai gantinya, pengemudi bisa membawa gadget pribadi untuk dipasang. Jok bucket bergaya pod dibalut material ramah lingkungan berkelanjutan. Konsol tengah tampak menyatu dengan dashboard yang dihiasi gagang unik.
Hyundai menggambarkan ruang kabin ini sebagai Furnished Space. Nuansa dingin yang biasanya dipancarkan konsep futuristis justru dibuat terasa nyaman dan hangat. Pabrikan pun membuat kabin sangat terfokus pada pengemudi untuk pemenuhan pengalaman berkendara berkualitas.
Sisi keberlanjutan menjadi nilai penting lain dari Concept Three. Penggunaan material daur ulang seperti limbah tekstil dan aluminium foam ringan menyempurnakan visi kendaraan listrik, sekaligus pandangan jangka panjang perusahaan.
Foto: Hyundai
Terkait perbedaan moel produksi massal dengan konsep, Simon Loasby, Kepala Pusat Desain Hyundai, menyebut varian reguler tidak akan mengadopsi pintu gullwing belakang. Kemudian tampilan agresif penuh juga tidak diterapkan. Namun, elemen seperti diffuser belakang, spoiler transparan dan fender lebar bisa saja diadaptasi pada versi performa N.
Walaupun detail teknis belum diumumkan, bisa jadi Ioniq 3 berbagai platform dengan Kia EV4. Ini artinya, mobil akan mengadopsi sistem kelistrikan 400 volt ketimbang 800 volt. Pilihan motor tunggal maupun ganda diperkirakan tersedia, termasuk dua opsi baterai.
“Kembali ke IAA Mobility setelah empat tahun absen adalah sebuah pencapaian penting, dan momen seperti ini pantas dirayakan dengan menghadirkan mobil yang juga menjadi tonggak sejarah. Dengan dimensi kompak serta bahasa desain Art of Steel, mobil ini mewujudkan visi kami menghadirkan mobilitas yang praktis, mudah diakses, sekaligus mampu menyentuh emosi,” ucap Xavier Martinet, Presiden dan CEO Hyundai Motor Europe.
(MUHAMMAD HAFID / WH)
Baca Juga:
Khusus di Australia, Toyota GR Supra Dapat Varian Mesin V8
Ferrari 849 Testarossa Hadir Jadi Penerus SF90, Bawa Sentuhan Desain Klasik
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hyundai Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature