Ferrari Amalfi: Penerus Roma yang Lahir untuk Dikendarai Harian
Menepis Stigma Supercar Kaku Lewat Estetika Autentik, Kembalinya Tombol Fisik di Kokpit, Serta Letupan V8 Twin-Turbo 631 HP yang Lebih Jinak
JAKARTA, Carvaganza - Emang ada ya mobil Ferrari yang enak dipakai daily? Ternyata ada, namanya Ferrari Amalfi. Mobil penerus Ferrari Roma ini hadir dengan misi spesial: menarik loyalis baru sekaligus memuaskan kolektor yang ingin punya kendaraan harian tanpa mengorbankan DNA balap khas Maranello.
KEY TAKEAWAYS
Fitur interior apa yang dikembalikan ke tombol fisik mekanis setelah sempat menuai kontroversi?
Ferrari resmi mengembalikan tombol kontrol fisik mekanis pada roda kemudi Amalfi, menggantikan panel tombol sensor sentuh (haptic touch) yang digunakan pada model sebelumnyaBerapa output performa tenaga serta torsi maksimal yang dihasilkan oleh mesin V8 Ferrari Amalfi?
Mesin 3.9L Twin-Turbo V8 miliknya mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 631 hp (640 PS) dengan torsi puncak mencapai 760 NmNama Amalfi diambil dari keindahan pesisir Italia Selatan, Costa di Amalfi, yang terkenal dengan pemandangan dramatis, jalan berkelok, dan aura mewah santai. Sebagai suksesor spiritual Roma, Amalfi mendefinisikan ulang perpaduan antara kemewahan yang effortless dengan performa sirkuit yang menggebu-gebu. Ini bukan sekadar facelift, tapi evolusi yang lebih matang dari Ferrari untuk mereka yang ingin sportscar tapi tetap realistis digunakan di jalan raya setiap hari.
Foto: Dandy
Baca Juga: Harganya Rp10,5 Miliar, 88 Unit Pertama Ferrari Luce EV Langsung Ludes Terjual di Tiongkok
Desain eksterior Amalfi berada di bawah arahan Flavio Manzoni, kepala desain Ferrari. Garis-garisnya kini lebih clean, tapi tetap memancarkan kesan agresif dari setiap sudut. Yang paling mencolok adalah perubahan pada wajah depan. Ferrari meninggalkan grille futuristik khas Roma dan menggantinya dengan kisi-kisi hitam konvensional yang dibuat lebih lebar dan solid. Hasilnya? Tampilan muka yang jauh lebih tangguh dan tegas, cocok saat mobil ini melibas tikungan atau sekadar parkir di depan kafe elite. Proporsi bodinya tetap elegan, dengan garis bahu yang tegas dan overhang belakang yang khas grand tourer Italia. Lampu-lampu LED yang lebih tajam dan diffuser belakang yang lebih masif semakin memperkuat kesan bahwa ini adalah Ferrari yang siap diajak bertarung kapan saja.
Selamat Tinggal Panel Haptic Touch kontroversial!
Masuk ke kabin, Amalfi terasa lebih nyaman dan humanis dibanding pendahulunya. Ferrari mendengar keluhan owner dan langsung bertindak. Layar infotainment berorientasi landscape dipasang lebih rendah agar tidak mengganggu visibilitas dan memberikan kesan dashboard yang lebih lapang. Material baru berupa anodized aluminium yang lebih ramah lingkungan digunakan di berbagai trim, memberikan sentuhan premium sekaligus modern tanpa terasa berlebihan.
Foto: Dandy
Baca Juga: Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
Experience berbeda datang dari kembalinya tombol fisik di setir. Ya, panel haptic touch yang dulu sempat kontroversial akhirnya diganti. Langkah berani ini membuat pengendalian terasa jauh lebih intuitif dan ergonomis. Jari langsung menemukan tombol tanpa harus mengalihkan pandangan, sesuatu yang sangat penting saat melaju di kecepatan tinggi atau berkendara di lalu lintas kota yang padat. Kabinnya tetap mewah dengan pilihan kulit terbaik dan konfigurasi two-plus-two yang fleksibel, cocok untuk pasangan atau keluarga kecil yang ingin sesekali membawa anak-anak tanpa drama.
Dapur Pacu V8 Twin-Turbo yang Kian Bertenaga dan Responsif
Dapur pacu Amalfi masih mengandalkan mesin legendaris V8 3,9 liter twin-turbo yang sudah terbukti juara. Tapi Ferrari tidak diam saja. Mesin ini mendapat ubahan halus yang membuat tenaga melonjak menjadi 630 hp dengan torsi puncak 760 Nm. Angka ini membuat Amalfi lebih bertenaga dari Roma, tapi tetap lincah dan mudah dikendalikan. Gearbox dual-clutch-nya diklaim telah dikalibrasi ulang, menghasilkan perpindahan gigi yang lebih responsif dan halus di segala situasi.
Foto: Dandy
Baca Juga: Ferrari Amalfi Spider Meluncur, Tambahkan Sensasi Atap Lipat Berbalut Rosso Tramonto
Impresi Berkendara Menembus Padatnya Jalanan Jakarta
Kami diberikan kesempatan singkat membawa Amalfi di jalanan Jakarta. Jujur, ini yang paling mengejutkan. Dengan panjang mendekati 5 meter dan bonnet yang cukup panjang, siapa sangka visibilitasnya ternyata sangat baik. Rasanya penuh percaya diri melewati kemacetan ibu kota, parkir di spot sempit, atau bermanuver di antara mobil-mobil lain. Ini bukti bahwa Ferrari Amalfi benar-benar dirancang untuk penggunaan harian. Ferrari juga mengembangkan intake dan knalpot baru yang menghasilkan simfoni suara V8 yang lebih menggairahkan. Suara menggelegar saat idle, semakin brutal saat gas diinjak, tapi tetap sopan saat mode Comfort. Ini best banget!
Bagi pecinta otomotif di Indonesia, khususnya penggila Ferrari, Amalfi ini wajib masuk wishlist garasi. Di tengah tren SUV dan mobil listrik, hadirnya grand tourer V8 yang powerful tapi nyaman ini seperti angin segar. Amalfi menetapkan standar baru kemewahan performa khas Italia yang tidak hanya cepat di sirkuit, tapi juga proper digunakan sehari-hari. (DANDY ABITAMA/AP)
Baca Juga: Ferrari: Amalfi Bukan Model GT, Kami Hanya Buat Mobil Sport
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Ferrari Pilihan
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature