Audi Concept C Debut Meriah di Milan, Roadster EV Tonggak Arah Desain Baru
Disebut menjadi penerus Audi TT yang ikonik.
MILAN, Carvaganza - Audi resmi memperkenalkan Concept C di Italia, sebuah mobil sport 2-seater bertenaga listrik yang terinspirasi dari Audi TT. Model ini dipastikan akan diproduksi massal pada 2027 dengan desain yang hampir sama seperti versi konsepnya. Lahirnya Concept C menandai arah baru strategi dan bahasa desain Audi di masa depan.
KEY TAKEAWAYS
Apakah Concept C merupakan penerus langsung Audi TT?
Tidak. CEO Audi menegaskan bahwa Concept C berada di segmen berbeda, di antara TT dan R8, bukan pengganti TT.Kapan Audi Concept C mulai dijual?
Mobil ini dijadwalkan masuk jalur produksi dan dijual secara global pada tahun 2027.Mobil ini pertama kali dipamerkan dalam acara khusus yang meriah di Milan, sepekan sebelum debut publiknya di ajang Munich Motor Show 2025. Langkah ini menjadi simbol kebangkitan Audi setelah periode sulit dengan penjualan menurun dan margin profit yang melemah selama beberapa tahun terakhir.
Audi menghentikan produksi TT sekitar dua tahun lalu, disusul dengan berakhirnya era supercar R8 bermesin V10. Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, Audi tidak memiliki model sportscar dalam line up produknya. Kini, melalui Concept C, Audi memastikan akan kembali ke segmen tersebut dengan roadster listrik futuristik yang sarat teknologi, namun tetap mengedepankan keterlibatan pengemudi.
Foto: Autocar
Meski terinspirasi TT, CEO Audi, Gernot Döllner, menegaskan bahwa Concept C bukanlah suksesor untuk TT. “Adalah sebuah segmen yang berbeda dari TT – posisinya tepat di tengah-tengah antara TT dan R8,” kata Döllner.
Filosofi Desain Baru
Concept C lahir dari visi Massimo Frascella, kepala desain baru Audi yang sebelumnya sukses membidani Range Rover dan Defender di Jaguar Land Rover. Ia membawa filosofi “simplicity” dengan menekankan desain minimalis, bebas ornamen berlebihan, namun tetap berkarakter kuat.
Nama Concept C sendiri merujuk pada dua hal: fokus Audi terhadap clarity serta penghormatan pada mobil balap legendaris Auto Union Type C 1936. Audi menyebut model ini sebagai simbol dari “radical next” – sebuah arah baru yang sederhana, abadi, dan berbeda di tengah persaingan ketat pasar otomotif global.
Baca Juga: Bufori CS8 Hadir Jadi Sportscar V8 Asli Buatan Malaysia, Bukan Produk Rebadge
Sekilas spesifikasi teknisnya, Concept C menggunakan platform PPE hasil pengembangan bersama Porsche. Formatnya sebagai mid-engined style berkat baterai yang dipasang di tengah, bukan di lantai, sehingga bobot seimbang dan titik gravitasi rendah. Versi konsep sendiri memakai satu motor di roda belakang, sementara versi produksi akan tersedia dengan opsi motor ganda.
Disebut sebagai roadster, maka konsep ini punya etractable hardtop yang pertama kalinya hadir pada model cabriolet Audi. Desain eksterior tampil dengan grille tegak baru dengan logo empat cincin lebih menonjol, serta lampu LED dengan motif khas Audi yang akan diterapkan ke seluruh jajaran produk mendatang.
Foto: Autocar
Produksi dan Segmentasi
Audi memastikan mobil ini hanya akan tersedia dalam versi listrik tanpa opsi mesin ICE. Mereka menargetkan konsumen yang menginginkan roadster berperforma tinggi, bukan mobil balap sirkuit, melainkan untuk jalan berliku dan pengalaman berkendara yang emosional.
Untuk menjaga sensasi seperti mobil sport konvensional, Audi tengah mempertimbangkan fitur suara sintetis dan gearbox virtual, seperti Ioniq 5 N. Hal ini ditujukan untuk pengemudi yang rindu sensasi manual dan suara mesin, tanpa mengurangi opsi bagi mereka yang menginginkan pengalaman berkendara senyap.
Foto: Autocar
Interior Minimalis dan Driver Focused
Interior Concept C mengusung kokpit sederhana namun fungsional, seperti kontrol fisik berbahan aluminium anodised dengan sentuhan mekanis khas “Audi click”. Di dashboard terpasang layar lipat 10,4 inci di tengah yang hanya muncul saat dibutuhkan. Setir bulat klasik dengan logo Audi berbahan logam asli, menekankan kembali otentisitas dan kualitas fisik.
Frascella menjelaskan bahwa inspirasinya kembali pada pengalaman pribadinya saat melihat Audi TT pertama kali di tahun 1998: “Bagi saya, TT lebih dari sebuah mobil. Itu ada sebuah pesan: Anda tidak perlu berteriak untuk bisa didengar. Anda hanya perlu kemurnian. Dan, yang lebih penting, keberanian untuk mengikutinya.”
Dengan filosofi tersebut, Audi bertekad menghadirkan bahasa desain baru yang timeless, sophisticated, dan fokus pada esensi.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga:
Honda Pamerkan Lebih dari Sekadar Mobil di Japan Mobility Show 2025
Suzuki Ertiga Dapat Facelift, Ada Ekspansi Dimensi Agar Kabin Lebih Lega
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Audi Pilihan
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza