Fitur Ini Bikin Nyetir Hyundai Kona Electric Bisa Lebih Irit dan Lebih Jauh
Smart Regeneration adalah sistem pintar yang menyesuaikan level regenerasi secara otomatis berdasarkan kondisi jalan dan lalu lintas.
JAKARTA, Carvaganza - Popularitas kendaraan listrik yang terus meningkat mendorong Hyundai untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga fungsional dalam penggunaan sehari-hari. Salah satu produk andalannya, All New Hyundai Kona Electric, hadir sebagai SUV listrik kompak yang mengombinasikan performa responsif, efisiensi tinggi, dan kepraktisan. Di balik itu semua, terdapat satu fitur penting yang berperan besar dalam menunjang efisiensi, yakni Regenerative Braking System (RBS).
KEY TAKEAWAYS
Berapa level Regenerative Braking System di Kona Electric?
All New Kona Electric memiliki empat level regenerasi yang bisa diatur sesuai kebutuhan berkendara.Apakah Regenerative Braking System aman digunakan?
Ya, sistem ini bekerja bersama ABS dan EBD untuk menjaga stabilitas dan keamanan saat pengereman.Teknologi ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan elemen krusial yang membantu memaksimalkan daya jelajah sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara kerja dan manfaat Regenerative Braking System pada All New Kona Electric.
Foto: Hyundai
Cara Kerja Regenerative Braking System
Secara sederhana, Regenerative Braking System adalah teknologi yang memanfaatkan energi kinetik saat kendaraan melambat atau melakukan pengereman, lalu mengubahnya menjadi energi listrik. Berbeda dengan mobil konvensional yang membuang energi tersebut dalam bentuk panas melalui rem cakram, kendaraan listrik seperti Kona Electric justru “menangkap” energi itu.
Ketika pengemudi melepas pedal gas atau menginjak rem, motor listrik beralih fungsi menjadi generator. Energi yang dihasilkan kemudian dialirkan kembali ke baterai. Proses ini memungkinkan baterai terisi ulang secara otomatis, sehingga jarak tempuh kendaraan bisa lebih optimal tanpa harus sering mengisi daya di stasiun pengisian.
Baca Juga: Tanda-Tanda Hyundai Luncurkan Creta Facelift Awal 2026, Simak Perubahannya
Level Regenerasi yang Bisa Disesuaikan
All New Kona Electric yang diperkenalkan di GIIAS 2024 dibekali fitur RBS yang fleksibel dengan empat tingkat regenerasi. Pengemudi dapat menyesuaikan level regenerasi sesuai kondisi jalan dan gaya berkendara.
Level 0 menawarkan regenerasi paling rendah, cocok digunakan di jalan tol atau saat ingin mobil meluncur bebas tanpa efek deselerasi kuat. Sebaliknya, level tertinggi menghadirkan efek pengereman yang sangat agresif hingga memungkinkan kendaraan berhenti sepenuhnya tanpa perlu menekan pedal rem, menyerupai konsep one-pedal driving yang sudah dikenal di sejumlah mobil listrik lain.
Pengaturan level regenerasi dilakukan dengan mudah melalui paddle shifter di balik setir. Paddle kiri berfungsi untuk meningkatkan level regenerasi, sementara paddle kanan digunakan untuk menurunkannya.
Foto: Oto Group / Dandi
Smart Regeneration yang Lebih Adaptif
Selain pengaturan manual, Hyundai juga menyematkan fitur Smart Regeneration. Teknologi ini memanfaatkan sensor dan radar untuk membaca kondisi sekitar, seperti jarak dengan kendaraan di depan atau kontur jalan.
Saat sistem mendeteksi kebutuhan perlambatan, misalnya ketika mendekati tikungan, jalan menurun, atau lalu lintas padat, level regenerasi akan disesuaikan secara otomatis. Hasilnya, proses pengereman terasa lebih halus sekaligus efisien dalam mengonversi energi ke baterai.
Pada varian Signature Long Range dengan baterai berkapasitas 66 kWh, Hyundai mengklaim teknologi ini mampu menambah jarak tempuh hingga sekitar 10–15 persen, tergantung pada kondisi jalan dan pola berkendara.
Manfaat Regenerative Braking System
Penggunaan Regenerative Braking System pada All New Kona Electric memberikan sejumlah keuntungan nyata. Dari sisi efisiensi, sistem ini berkontribusi pada jarak tempuh yang impresif, mendekati 600 km (berdasarkan standar NEDC) untuk varian Signature Long Range, sekaligus menekan biaya operasional.
Foto: Oto Group / Dandi
Dari aspek keselamatan, RBS bekerja berdampingan dengan sistem pengereman seperti ABS dan EBD, sehingga menjaga stabilitas kendaraan saat deselerasi. Sementara dari sisi kenyamanan, karakter pengereman yang lebih halus sangat terasa saat digunakan di lalu lintas perkotaan dengan kondisi stop and go, seperti di Jakarta.
Meski demikian, manfaat maksimal RBS memang lebih terasa di penggunaan dalam kota. Di jalan bebas hambatan, kontribusinya cenderung lebih minim. Hyundai juga merekomendasikan perawatan berkala agar seluruh sistem bekerja optimal.
Secara keseluruhan, Regenerative Braking System pada All New Hyundai Kona Electric mencerminkan komitmen Hyundai dalam menghadirkan teknologi kendaraan listrik yang efisien dan mudah digunakan. Bagi konsumen yang mencari SUV listrik modern dengan fitur cerdas dan fungsional, Kona Electric layak masuk dalam daftar pertimbangan, dengan ditawarkan mulai kisaran Rp 400 jutaan.
(DANDI ABITAMA / WH)
Baca Juga: Kuat Terindikasi ke Indonesia, Yuk Kenali SUV PHEV Wuling Starlight 560
Pelajari lebih lanjut tentang Hyundai Kona
Mobil Hyundai Lainnya
Hyundai Kona Electric Promos, DP & Monthly Installment
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Hyundai Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature